1790837399O:42:"Illuminate\Pagination\LengthAwarePaginator":11:{s:8:" * items";O:29:"Illuminate\Support\Collection":2:{s:8:" * items";a:6:{i:0;O:8:"stdClass":12:{s:8:"eprintid";s:2:"23";s:5:"title";s:95:"Pembinaan Rohani "Pembinaan Iman Umat" di GPIBI Filadelfia Karawaci Tangerang Tanggal 3 Mei2026";s:8:"abstract";s:1191:"Pemuridan dalam tradisi Kekristenan sering kali disalahpahami sekadar sebagai program kelas, kurikulum teologis, atau transfer pengetahuan dari satu kepala ke
kepala lainnya. Padahal, esensi utama dari pemuridan yang diajarkan oleh Kristus danpara rasul adalah replikasi kehidupan, di mana kebenaran firman Tuhan tidak hanya didengar, tetapi dilihat secara nyata melalui perilaku sehari-hari. Tanpa adanya keteladanan hidup, pemuridan akan kehilangan kuasanya dan berubah menjadi formalitas keagamaan yang kering serta rawan memicu kemunafikan di tengah jemaat.

Prinsip pemuridan yang berbasis pada keteladanan organik ini diuraikan dengan sangat tajam oleh Rasul Paulus dalam nasihatnya kepada Timotius di 1 Timotius 4:12. Menyadari tantangan Timotius yang harus memimpin jemaat di usia muda, Paulus menggeser fokus otoritas dari sistem senioritas struktural menuju integritas karakter yang radikal melalui konsep tupos (cetakan hidup). Pemahaman eksegesis terhadapayat ini akan menyingkapkan tiga dimensi penting keteladanan—otoritas rohani lewat karakter, keselarasan ucapan dan tindakan, serta kemurnian motivasi batiniah—yangmenjadi fondasi utama dalam memuridkan generasi baru.";s:4:"type";s:6:"thesis";s:9:"date_year";s:4:"2026";s:10:"date_month";s:1:"5";s:8:"date_day";s:1:"3";s:11:"publication";N;s:9:"publisher";N;s:6:"volume";N;s:6:"number";N;s:7:"authors";O:29:"Illuminate\Support\Collection":2:{s:8:" * items";a:1:{i:0;s:51:"Dr. Santono Sinaga, M. Th Dr. Santono Sinaga, M. Th";}s:28:" * escapeWhenCastingToString";b:0;}}i:1;O:8:"stdClass":12:{s:8:"eprintid";s:2:"22";s:5:"title";s:115:"Pembinaan Rohani "Kuasa Salib Kristus Yang Mengubahkan" di GPIBI Filadelfia Karawaci Tangerang Tanggal 1 Maret 2026";s:8:"abstract";s:1108:"Secara teologis, kuasa kebangkitan Kristus merupakan pilar penentu yang mengesahkanseluruh karya keselamatan di kayu salib. Kebangkitan-Nya secara fisik bukan sekadar mukjizat masa lalu, melainkan sebuah proklamasi hukum rohani yang menyatakan kemenangan mutlak atas dosa, maut, dan kutukan. Melalui kebangkitan ini, status orangpercaya secara legal diubah menjadi orang-orang yang dibenarkan di hadapan Allah Bapa, sekaligus memberikan jaminan kepastian bahwa kematian fisik bukanlah akhir dari segalanya, melainkan gerbang menuju kekekalan bersama Kristus sebagai "yang sulung."

Secara praktis, kuasa kebangkitan ini menyalurkan energi spiritual yang dinamis ke dalamkehidupan kita hari ini untuk berjalan dalam pembaruan hidup. Kuasa yang sama yangmembangkitkan Yesus dari kubur kini bekerja di dalam diri kita untuk mematahkan belenggukebiasaan buruk, memulihkan keputusasaan, dan memberikan kemenangan atas godaandosa. Dampaknya, kita dimampukan untuk menjalani hidup dengan penuh pengharapan, keberanian, dan ketekunan iman, karena kita tahu bahwa jerih payah kita di dalamTuhantidak pernah sia-sia.";s:4:"type";s:6:"thesis";s:9:"date_year";s:4:"2026";s:10:"date_month";s:1:"3";s:8:"date_day";s:1:"1";s:11:"publication";N;s:9:"publisher";N;s:6:"volume";N;s:6:"number";N;s:7:"authors";O:29:"Illuminate\Support\Collection":2:{s:8:" * items";a:1:{i:0;s:51:"Dr. Santono Sinaga, M. Th Dr. Santono Sinaga, M. Th";}s:28:" * escapeWhenCastingToString";b:0;}}i:2;O:8:"stdClass":12:{s:8:"eprintid";s:2:"21";s:5:"title";s:118:"Pembinaan Rohani "Kuasa Kebangkitan Kristus (Filipi 3:10)" di GPIBI Filadelfia Karawaci Tangerang Tanggal 3 April 2026";s:8:"abstract";s:1429:"Setiap manusia di dunia ini pasti mengejar sesuatu yang dianggapnya paling berharga. Ada orang yang menghabiskan seluruh hidupnya demi mengejar karier, popularitas, harta, atau status sosial. Di zaman kuno pun sama; masyarakat di kota Filipi—yang merupakan kota koloni Romawi yang makmur—sangat mengagungkan status kewarganegaraan, kehormatan lahiriah, dan kekuasaan kaisar. Di sisi lain, kaum Yudais pada masa itu mengukur keberhasilan hidup dari seberapa hebat mereka
menaati hukum agama secara lahiriah.

Namun, dalam Filipi 3:10, Rasul Paulus menjungkirbalikkan standar dunia tersebut. Dari dalam ruang penjara yang gelap dan dingin, Paulus menulis sebuah pernyataanradikal. Ia yang dulunya memiliki segalanya—status agama yang terpandang, garis
keturunan murni, dan reputasi hebat—justru menyebut semua pencapaian itu sebagai "sampah." Bagi Paulus, ada satu hal yang jauh lebih berharga yang menjadi tujuantunggal hidupnya, yaitu: Mengenal Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya.

Kata "kuasa" yang ditulis Paulus bukan sekadar teori atau mukjizat sesaat, melainkansebuah daya ledak rohani yang sanggup mengubah total kehidupan manusia. Hari ini, kita akan melihat latar belakang historis dan menggali kekayaan makna eksegesa dari Filipi 3:10, untuk memahami bagaimana kuasa kebangkitan Kristus bekerja dalammengubah identitas kita, memberi kekuatan di tengah penderitaan, dan memperbarui karakter kita setiap hari.";s:4:"type";s:6:"thesis";s:9:"date_year";s:4:"2026";s:10:"date_month";s:1:"4";s:8:"date_day";s:1:"3";s:11:"publication";N;s:9:"publisher";N;s:6:"volume";N;s:6:"number";N;s:7:"authors";O:29:"Illuminate\Support\Collection":2:{s:8:" * items";a:1:{i:0;s:51:"Dr. Santono Sinaga, M. Th Dr. Santono Sinaga, M. Th";}s:28:" * escapeWhenCastingToString";b:0;}}i:3;O:8:"stdClass":12:{s:8:"eprintid";s:2:"20";s:5:"title";s:98:"Pembinaan Iman Umat "Kasih Kristus" di GPIBI Filadelfia Karawaci Tangerang Tanggal 27 Januari 2026";s:8:"abstract";s:1078:"Kitab Suci Perjanjian Baru berulang kali menyaksikan bahwa inkarnasi dan seluruhkarya keselamatan Allah berpusat pada satu penggerak utama, yaitu kasih Kristus. Kasihini
bukanlah sekadar konsep abstrak atau letupan emosi emosional, melainkan sebuah tindakannyata yang membumi, radikal, dan mendobrak segala batasan kemanusiaan. Sepanjangpelayanan-Nya hingga ke bukit Golgotha, Yesus secara konsisten mendefinisikan ulangarti
kasih melalui kerelaan-Nya untuk merendahkan diri, melayani, dan merangkul mereka yangterhilang. Salah satu puncak pengajaran mengenai kedalaman kasih ini tersurat dengan sangat
indah dalam Injil Yohanes 15:13. Melalui nats ini, Yesus menetapkan sebuah standar barutentang bagaimana kasih seharusnya dinyatakan dalam tindakan yang paling radikal, yaitupengorbanan nyawa. Pemahaman yang mendalam secara eksegesis terhadap ayat ini akanmenyingkapkan tiga pilar utama—kualitas, totalitas, dan transformasi hubungan—yangtidakhanya mendefinisikan apa yang telah Kristus lakukan bagi kita, tetapi juga menjadi cetakbirubagi kita dalam mengasihi sesama.";s:4:"type";s:6:"thesis";s:9:"date_year";s:4:"2026";s:10:"date_month";s:1:"1";s:8:"date_day";s:2:"27";s:11:"publication";N;s:9:"publisher";N;s:6:"volume";N;s:6:"number";N;s:7:"authors";O:29:"Illuminate\Support\Collection":2:{s:8:" * items";a:1:{i:0;s:51:"Dr. Santono Sinaga, M. Th Dr. Santono Sinaga, M. Th";}s:28:" * escapeWhenCastingToString";b:0;}}i:4;O:8:"stdClass":12:{s:8:"eprintid";s:2:"19";s:5:"title";s:108:"Pembinaan Iman Umat "Hidup Baru Dalam Kristus" di GPIBI Filadelfia Karawaci Tangerang Tanggal 4 Januari 2026";s:8:"abstract";s:927:"Banyak orang mendambakan kesempatan untuk memulai kembali hidup mereka dari awal. Kita sering kali terjebak dalam penyesalan masa lalu, kegagalan moral, atau luka lama yangmembuat kita merasa tidak berdaya untuk berubah. Dunia menawarkan berbagai metodeperbaikan diri (self-improvement) atau resolusi tahun baru, namun semua itu sering kali hanyaseperti memoles bagian luar tanpa mengubah akar masalahnya. Melalui suratnya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus membawa sebuah kabar baikyangradikal. Perubahan hidup sejati tidak dimulai dari luar ke dalam melalui usaha manusia, melainkan dari dalam ke luar melalui pekerjaan Allah. Di dalam 2 Korintus 5:17, Paulus
menegaskan bahwa hidup baru bukanlah sekadar memperbaiki moral yang rusak, melainkansebuah transformasi total, sebuah penciptaan ulang yang supranatural. Mari kita bedahbersama, apa sebenarnya yang terjadi ketika seseorang mengalami "Hidup Baru dalamKristus."";s:4:"type";s:6:"thesis";s:9:"date_year";s:4:"2026";s:10:"date_month";s:1:"1";s:8:"date_day";s:1:"4";s:11:"publication";N;s:9:"publisher";N;s:6:"volume";N;s:6:"number";N;s:7:"authors";O:29:"Illuminate\Support\Collection":2:{s:8:" * items";a:1:{i:0;s:51:"Dr. Santono Sinaga, M. Th Dr. Santono Sinaga, M. Th";}s:28:" * escapeWhenCastingToString";b:0;}}i:5;O:8:"stdClass":12:{s:8:"eprintid";s:2:"18";s:5:"title";s:105:"Pembinaan Rohani "Eben Haezer (1 Samuel 7:12)" di GPIBI Filadelfia Karawaci Tangerang Tanggal 5 Juli 2026";s:8:"abstract";s:997:"Kehidupan bangsa Israel dalam 1 Samuel 7 diawali dengan narasi kelam mengenai penindasan, ketakutan, dan kekalahan politis selama dua puluh tahun di bawah bangsa Filistin akibat kemunduran rohani mereka. Namun, titik balik terjadi ketika Nabi Samuel memimpin gerakan pertobatan nasional di Mizpa, di mana bangsa itu merendahkan diri, membuang berhala, dan berbalik kembali kepada YHWH. Ketika musuh tiba-tiba menyerang di tengah ibadah mereka, Tuhan secara supranatural mengacaukan tentara Filistin melalui gemuruh guntur-Nya, memberikan kemenangan mutlak bagi Israel yang secara militer jauh lebih lemah. Untuk mengabadikan intervensi ilahi yang dahsyat ini, Samuel mendirikan sebuah batu peringatan di antara Mizpa dan Yesana dan menamainya Eben-Hezer—artinya "sampai di sini TUHAN menolong kita"—sebuah monumen historis yang tidak hanya merayakan kemenangan masa lalu, tetapi juga menegaskan kedaulatan, pemulihan, dan jaminan kesetiaan Allah yang tetap berlaku untuk menghadapi masa depan.";s:4:"type";s:6:"thesis";s:9:"date_year";s:4:"2026";s:10:"date_month";s:1:"7";s:8:"date_day";s:1:"5";s:11:"publication";N;s:9:"publisher";N;s:6:"volume";N;s:6:"number";N;s:7:"authors";O:29:"Illuminate\Support\Collection":2:{s:8:" * items";a:1:{i:0;s:51:"Dr. Santono Sinaga, M. Th Dr. Santono Sinaga, M. Th";}s:28:" * escapeWhenCastingToString";b:0;}}}s:28:" * escapeWhenCastingToString";b:0;}s:10:" * perPage";i:12;s:14:" * currentPage";i:1;s:7:" * path";s:61:"https://www.repobackend.truvantiq.com/public/api/publications";s:8:" * query";a:0:{}s:11:" * fragment";N;s:11:" * pageName";s:4:"page";s:10:"onEachSide";i:3;s:10:" * options";a:2:{s:4:"path";s:61:"https://www.repobackend.truvantiq.com/public/api/publications";s:8:"pageName";s:4:"page";}s:8:" * total";i:6;s:11:" * lastPage";i:1;}